Trending Topic
ALI KECIL BERLATIH TINJU UNTUK MENANGKAP PENCURI SEPEDANYA
11 Jun 2016 02:40 Public News/ Public News
img

Madingkita.com - Sebagian dari kamu mungkin nggak kenal siapa Muhammad Ali. Soalnya, nama beliau berkibar sebelum kamu lahir. Jadi mungkin kamu heran, kenapa  weekend kemarin dunia terpukul banget dengan kematian petinju kelas berat dunia  ini. Presiden Barrack Obama aja sampai ngasih pidato khusus soal kematian Muhammad Ali di Gedung Putih.

Muhammad Ali adalah petinju kelas berat dunia yang punya segudang prestasi. Sepanjang karirnya, dia bertanding sebanyak 61 kali dan hanya kalah lima kali! Salut! Ali lahir 17 Januari 1942 dengan nama asli Cassius Marcellus Clay Jr. di Kentucky, AS, dan memutuskan untuk menjadi masuk agama Islam pada tahun 1975, lalu mengubah namanya jadi Muhammad Ali.

Setelah lebih dari 30 tahun berjuang melawan penyakit Parkinson dan gangguan pernafasan, Muhammad Ali akhirnya meninggal di Scotsdale, Arizona, AS, tanggal 3 Juni 2016.

Selain itu, ini dia hal-hal yang perlu kamu ketahui dari Muhammad Ali.

Muhammad Ali nggak terlalu cemerlang di kelas, namun dia pandai menyusun strategi pertandingan. Penulis buku The Real Story Behind the Ali-Liston Fights, Paul Gallenger bilang, di sekolah, Ali pernah menempati peringkat ke-376 dari 391 siswa.

Meskipun begitu, dalam bertinju, dia adalah remaja yang pandai menyusun strategi pertandingan dan pintar membaca emosi lawan. Padahal waktu itu usianya baru 22 tahun, lho. Ali juga terkenal tajam kalau lagi mengomentari lawan. Nggak heran banyak lawan kalah karena terpancing emosi, ketika menghadapi Ali melalui Technical Knock Out (TKO).

Ali kecil mulai berlatih tinju karena pernah kehilangan sepeda

Dulu, waktu masih umur 12 tahun, Ali kehilangan sepedanya, lalu dia mengadu ke salah satu polisi lokal di kotanya. Ali bilang ke polisi tersebut, kalau pencurinya udah ketangkap, dia bakal menghajarnya habis-habisan! Sang polisi bilang, Ali harus belajar bertarung dulu, supaya kata-katanya nggak sekedar ancaman belaka.

Akhirnya Ali memutuskan untuk ikut latihan di sasana tinju dan kemudian memenangkan pertandingan tinju amatir pertamanya di tahun yang sama. Enam tahun kemudian, Ali bertanding di Olimpiade, dan memenangkan medali emas.

Selama tahun 1960-1981, Ali nggak berhenti meraih kemenangan demi kemenangan. Bahkan sejak awal karir profesionalnya di olahraga tinju, dia mendapat julukan The Greatest atau Yang Terhebat, karena berhasil menjadi petinju pertama di dunia yang menyabet tiga gelar juara dunia kelas berat.

Banyak yang menganggap keputusan Ali jadi Muslim cuma buat cari sensasi

Dulu banyak yang protes sama keputusan Ali menjadi mualaf, dan menganggap bahwa keputusannya tersebut cuma buat cari sensasi. Tapi Ali cuek aja, tuh. Dia malah menunjukkan tekadnya dengan terpaksa menceraikan istrinya, Sonji Roi, karena nggak bisa berpakaian layaknya seorang muslimah. Selain itu, sempat tersebar foto Ali sedang membaca Al Quran di samping Mike Tyson, rekan sesama petinju.

Ali pernah menolak wajib militer Amerika

Ali pernah menolak ikut wajib militer, karena sebagai Muslim yang sangat menginginkan perdamaian, berperang di Perang Vietnam sangat bertentangan sama kata hatinya. Gara-gara ini, Ali sempat dilarang bertanding, dicopot titel kejuaraannya, ditangkap dan menjalani proses hukum. Padahal waktu itu, Ali masih muda dan sedang berada di usia emasnya untuk mencetak prestasi. Akhirnya Ali kembali ke ring tinju setelah Mahkamah Agung membalikkan vonis pembekuan karirnya pada Oktober 1970.

Ali aktif di kegiatan sosial, sejak divonis mengidap Parkinson

Penyakit Parkinson sempat bikin Ali kehilangan kesempatan untuk bertinju. Namun dia semangat banget dan nggak mau menyerah sama penyakit tersebut. Dia juga mendirikan Muhammad Ali Parkinson Center dan mendonasikan banyak hartanya ke bidang sosial lain.( youthmanual.com)