Trending Topic
APRESIASI FILM INDONESIA 2016 AKAN DIGELAR DI SULAWESI UTARA
12 Jun 2016 00:08 Public News/ Public News
img

Madingkita.com - Pergelaran Apresiasi Film Indonesia (AFI) akan kembali dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) pada Oktober 2016 ini, dengan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai tuan rumah.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, terpilihnya Sulut sebagai tuan rumah merupakan sebuah penghormatan bagi pemerintah provinsi dan masyarakat setempat.

Pasalnya, hadirnya penyelenggaraan bertaraf nasional ini dapat meningkatkan perekonomian dan pariwisata.

“Kami menyambut baik penyelenggaraan AFI 2016 ini. Suatu kehormatan karena selama ini selalu ada anggapan jika daerah timur tidak siap menyelenggarakan event nasional. Ini bisa menjadi tolak ukur ke depannya," kata Olly di gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (10/6).

Bentuk kerjasama antara Kemdikbud dan pemerintah Sulut diperkuat oleh penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemdikbud yang diwakili oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dan Gubernur Olly.

Olly juga mengatakan, pergelaran AFI merupakan upaya nyata pemerintah untuk mendorong dunia perfilman nasional agar terus menghasilkan produk-produk budaya yang sesuai dengan tatanan yang diharapkan dan membuat masyarakat mencintai film dari negeri sendiri.

Pada kesempatan yang sama, Mendikbud Anies dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi Sulut yang sudah menujukan komitmen amat tinggi untuk pelaksanaan AFI 2016.

"Kami pernah merasakan harus berpindah-pindah tempat karena ada yang belum siap. Tetapi Sulut menunjukkan komitmen yang sangat tinggi untuk persiapan ini. Terlihat Pak Gubernur datang dengan semua jajaran yang lengkap,” kata Pendiri Indonesia Mengajar ini.

Dia menambahkan pihaknya memiliki harapan yang besar akan ajang AFI 2016 ini, karena melalui film dapat membantu mengembalikan kepercayaan diri bangsa dan mendorong para sineas untuk menghasilkan karya-karya terbaik.

Anies menilai film-film Indonesia saat ini sudah baik, ada film-film Indonesia yang mendapat apresiasi, namun ada juga yang belum. Penghargaan AFI ini bisa menjadi dorongan dan motivasi bagi para sienas bangsa.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana AFI 2016 Doni Damara mengatakan, AFI memiliki positioning tersendiri. Hal ini terlihat dari kriteria penilaian tidak semata-mata berdasarkan kualitas teknis sebuah film serta jumlah penonton, namun lebih pada nilai inspiratif yang terkandung dalam film.

“Seperti pada penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, AFI 2016 ini menitikberatkan pada karya-karya film yang sarat akan nilai budaya, kearifan lokal, dan karakter bangsa, yang memiliki nilai edukatif dan informatif,” kata aktor senior ini.

Dia menyebutkan, AFI telah diselenggarakan sejak 2012. Maka sebagai ketua, ia akan bekerja semaksimal mungkin agar penyelenggaraan AFI 2016 kali ini menjadi blueprint atau cetak biru bagi festival-festival sejenis, khususnya film Indonesia.

“Ini sudah berlangsung lima tahun. Jadi penyelenggaraan kali ini menjadi tugas dan tanggung jawab yang besar karena selama ini penyelenggaraannya kurang terdengar di masyarakat. Maka tahun ini, mudah-mudahan bisa menjadi blueprint untuk titik balik ke depannya,” kata peraih aktor terbaik Asian Film Award 2012 ini.(*)