Trending Topic
RIBUAN ANAK PENYU DILEPAS PADA PERKEMAHAN MADRASAH NASIONAL
26 Mei 2016 12:17 Event/ Social Event
img

Madingkita.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melepas 3.047 tukik atau anak penyu hijau di objek wisata pantai Liang, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Maluku Tengah, menandai pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-II, kemarin

Gubernur Maluku Said Assagaff, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Kakanwil Agama Maluku Fesal Musaad, Wakil Bupati Maluku Tengah Marlatu Leleury, Sekretaris Kota Ambon Anthony Latuheru serta ribuan peserta PPMN, turut menyaksikan pelepasan ribuan anak penyu itu.

Pelepasan ribuan tukik tersebut sekaligus memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelepasan anak penyu terbanyak yang dilakukan di tanah air.

Sebelumnya, diusulkan pelepasan 1.500 ekor tukik pada kegiatan tersebut, tetapi realisasi di lapangan dan dicatat dalam rekor MURI sebanyak 3.047 ekor dan tercatat dalam buku rekor MURI Nomor 7327.

Beberapa peserta PPMN menyatakan kegembiraan dan senang dapat melakukan kegiatan sosial yang bertujuan menjaga dan melestarikan perkembang-biakan penyu hijau yang tergolong satwa langka dari kepunahannya.

“Pelepasan anak penyu ini merupakan yang pertama kalinya saya lakukan. Saya senang sekali mengikuti PPMN sekaligus diberi kesempatan untuk melepas anak tukik ke habitatnya,” kata Yayan, peserta PPMN asal Sulawesi Selatan.

Menurut dia, pelepasan tukik ke alam menjadi pelajaran berharga bagi dirinya bersama ribuan peserta PPMN lainnya untuk ikut menjaga dan melestarikan habitat laut, apalagi keberadaan penyu dari tahun ke tahun semakin berkurang akibat penangkapan berlebihan untuk diperdagangkan.

“Karena itu kami berharap pelepasan ribuan ekor penyu ke laut oleh seluruh peserta PPMN dapat menjadi tonggak sekaligus membuka wawasan dan kesadaran bersama seluruh masyarakat untuk ikut melestarikan penyu sebagai salah satu hewan langka Indonesia, sekaligus mencegah penangkapan berlebihan dan penjualannya secara ilegal,” katanya.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menuturkan, selain ikut melestarikan habitat penyu di tanah air, berharap aksi sosial ini dapat mendukung penetapan Maluku sebagai lumbung ikan nasional (LIN).

“Pelepasan penyu ke perairan Pulau Ambon ini akan berdampak besar memperkuat penetapan Maluku sebagai LIN sekaligus sebagai provinsi maritim terbesar di tanah air. Langkah ini juga perlu ditindak lanjuti dengan pengawasan terhadap aksi-aksi penangkapan penyu oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, menjaga habitatnya sekaligus mencegah adanya perdagangan secara liar,” tandasnya. (antara/pendidikanislam)